Arsitektur Rumah Adat Joglo – Jual Rumah Joglo

Arsitektur rumah tradisi Joglo ini mempunyai basic susunan Rongrongan yang tercipta dari bagian-bagian Umpak, Soko Guru, Sunduk, Sunduk Kili, Pengeret, Blandar serta Tumpang Sari. Walau strukturnya mempunyai banyak sisi, tetap harus jual rumah joglo ini lebih diketahui dengan soko guru serta tumpang sarinya. Ada empat buah tiang yang menyokong atap di pendopo yang dimaksud dengan nama Tiang Soko Gur atau Sakaning Guru. Empat tiang ini tambah tinggi daripada tiang-tiang yang lain. Semasing tiang ini jadi lambang empat arah mata angin yang mewakili esensi kesempurnaan serta dari karakter manusia. Meskipun empat tiang itu untuk menyokong atap, soko guru itu tidak langsung bersentuhan dengan atap. Ada undakan-undakan atau balok-balok bersusun ada diantara tiang dengan atap. Undakan tersebutlah yang menyokong atap pendopo. Balok-balok itu mempunyai kekhasan dengan bentuk segitiga piramida terbalik yang tersusun. Formasi balok-balok itu diketahui dengan nama tumpang sari. Tumpang sari berikut yang menyokong sisi plafon rumah Joglo. Atap pada jual rumah joglo terbagi dalam rangkap atap serta penutup atap. Bahan rangkap atap biasanya menggunakan kayu, baik polos ataupun yang dipenuhi oleh ukiran. bergantung dari potensi ekonomi yang dipunyai penghuni itu. Serta untuk penutup atasnya biasa memakai genteng dari tanah liat dan atap sirap. Atap penutup itu mempunyai keunggulan, yakni mudah, kuat, bisa memantulkan panas hingga membuat ruang dibawah lebih sejuk serta memberi tampilan yang lebih cantik. Tersebut adalah beberapa design jual rumah joglo :

Panggang-pe

Design pada rumah ini cuma mempunyai 1 bagian atap yang memanjang dari depan sampai belakang. Design pada rumah ini memeiliki beberapa macam, salah satunya yakni Gedhang, Cere Gancet, Inti, Trajumas, Kios, Empyak Setangkep, serta Berbarengan.

Kampung

Pada rumah kampung ini seringkali kita lihat di perkampungan ataupun pedesaan. Atap rumah kampung ini adalah identifikasi jadi rumah dari keluarga rakyat biasa. Atap ini adalah atap yang paling simpel daripada yang lain. Atap rumah kampung ini bertumpu pada empat tiang tengah serta didukung oleh dua la[is tiang pengikat. Bumbungan pada atap di dukung oleh penyangga dengan sumbu utara-selatan yang ciri khas. Susunan ini dapat diperlebar dari sisi atap yang ada. Arsitektur pada rumah kampung ini terbagi dalam 2 bagian atap, sisi depan serta belakang. serta beberapa jenis rumah ini terdiri dari beberapa macam, seperti Gedhang Selirang, Inti, Jompongan, Semar, Trajumas, Sinom, Gotong Mayit, Cere Gancet, Apitan, Gajah, Dara Gepak, Pacul Gowang, Strontongan, Baya Mangap, Klabang Nyander, serta Simbol Teplok.

Limasan

Rumah limasan adalah bangunan yang dipakai oleh bagian keluarga yang mempunyai status tambah tinggi, Type ini adalah rumah paling umum untuk wilayah jawa. Denah basic pada empat tiang juga di perlebar serta memberikan tambahan satu diantara tiang untuk menyokong ujung atap. Design ini seperti rumah tradisi sumatra selatan, namun dikit lebih berlainan. Atapnya mempunyai 4 bagian kiri serta kanan berupa segitiga sama kaki. Sesaat pada bagain bagian depan serta belakang berupa trapesium. Rumah limasan terdiri jadi beberapa macam seperti berikut, yakni Bapangan, Trajumas, Simbol, Klabang Nyander, Sinom, Apitan, Cere Gancet, Enom, Ceblokan, Gotong Mayit, Empyak Setangkep, serta Semar.

Tajug atau Tarub

Design rumah Tajug atau Tarub ini tidak mempunyai bubungan di bagian atapnya, hingga membuat lancip ke atas. Desai rumah ini adalah perubahan sebelum terdapatnya rumah Joglo. Jual rumah joglo mempunyai 2 atap yang mempunyai dua tajug sampai di namakan Tajug Loro/Dua Tajug, serta berkembang namanya jadi Juglo/Joglo.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *